Home » Uncategorized » Pemkab Malang Berencana Alihkan Pantai Balekambang ke Pihak Swasta

Pemkab Malang Berencana Alihkan Pantai Balekambang ke Pihak Swasta

  • by

Penulis Kontributor Kabupaten Malang, Imron Hakiki | Editor Priska Sari Pratiwi MALANG, KOMPAS.com – Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan ekskavasi situs purbakala yang berada di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Proses ekskavasi yang digelar sejak Senin (7/2//2022) tersebut kini sudah berjalan 70 persen. Tim BPCB Jawa Timur sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa situs Srigading tersebut adalah candi peninggalan Mataram Kuno. Baca juga: Warga Siluman di Kota Malang Sumbang Lonjakan Kasus Covid-19 “Kami menduga situs ini adalah candi. Kalau dilihat dari karakter batu batanya berukuran 35 x 22 sentimeter dengan ketebalan 22 sentimeter, candi ini adalah peninggalan Mataram Kuno abad ke-10 Masehi,” ungkap Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (11/2/2022). Di tengah proses ekskavasi tersebut, tim BPCB juga menemukan fragmen relief arca berbentuk kepala dengan karakter pahatan bas relief alami. “Kalau karakter pahatan ala Jawa Timur biasanya cuma pipih. Kadang juga cuma digoreskan saja. Sedangkan situs ini karakter pahatannnya bas relief alami,” tuturnya. “Karakter pahatan ini juga menguatkan bahwa situs ini adalah peninggalan Mataram Kuno zaman Mpu Sindok,” imbuhnya. Tim BPCB Jawa Timur terus berusaha mencari potongan fragmen dari tubuh relief arca kepala tersebut. Pencarian itu diakui Wicaksono tidak mudah, sebab kondisi bangunan situs Srigading sudah tidak utuh alias rusak. Baca juga: BPCB Jatim Mulai Ekskavasi Situs Karangtengah, Diduga Bekas Permukiman Era Majapahit di Blitar Diduga situs tersebut pernah roboh akibat peristiwa gempa bumi. “Melihat runtuhan struktur patahan bangunan yang berserakan ke semua sisi kami menduga runtuhnya situs ini akibat gempa bumi. Nah, kemungkinan runtuhan bagian tubuh relief arca kepala ini berada di bawah runtuhan,” katanya. Kini proses ekskavasi telah mencapai kaki-kaki candi dengan kedalaman penggalian sekitar 3 meter dan luas penggalian 15 meter persegi. Rencananya proses ekskavasi akan diakhiri pada Sabtu (12/2/2022). “Luas candinya 8 x 8 meter. Kebetulan keberadaan situs ini berada dalam gundukan tanah milik warga, sehingga penggalian relatif lebih mudah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.